squline mandarin

Pada tahun 625-705 sebelum Masehi, Dinasti Tang dipimpin oleh seorang wanita bernama Wu Zetian. Walaupun menurut kepercayaan Konfusius pada saat itu, bahwa wanita yang memimpin adalah suatu hal yang tidak natural, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa itulah Dinasti Tang memasuki masa masa kemakmurannya. Wu Zetian adalah satu satunya wanita di sejarah Cina yang pernah memimpin sebagai seorang kaisar. Ada yang berpendapat bahwa dia adalah kaisar wanita ambisius yang bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan kekuasaannya, namun fakta menyatakan bahwa pada saat kepemimpinannyalah Cina melewati masa damai dan aspek budaya yang sangat berkembang.

Pada masa Dinasti Tang, wanita juga mempunyai kebebasan yang hampir setara dengan pria. Masa dimana derajat wanita diangkat sehingga banyak yang terjun ke dunia politik dan budaya.

Wu Zetian terlahir di keluarga kaya dan terhormat, dia berpendidikan tinggi dan bisa memainkan alat musik. Sehingga pada umur 13 tahun, dia direkrut untuk menjadi selir Kaisar Tai Tsung dan dengan segera menjadi selir favoritnya. Namun Wu Zetian tertarik dengan anak Kaisar Tai Tsung yaitu Kao Tsung.

Ketika kaisar meninggal dan Kao Tsung menjadi penerus kaisar, Wu yang berumur 27 tahun pun menjadi selir favorit kaisar yang baru, dan melahirkan seorang putra yang kaisar inginkan. Sebagai ibu dari kaisar Cina di masa depan, dia menjadi makin berkuasa. Dia pun berhasil menyingkirkan istri Kao Tsung yaitu Permaisuri Wang dengan menuduhnya membunuh bayi perempuan Wu Zetian yang baru lahir. Kao Tsung pun mempercayai Wu dan mengganti Permaisuri Wang dengan menikahi Wu Zetian.

Baca Juga : Taman Kota Tertua Beihai Park di China

Memasuki 5 tahun pernikahan mereka, Kaisar Kao Tsung jatuh sakit. Wu Zetian mengambil tugas administrative di pemerintahan, sebuah posisi yang sederajat dengan kaisar. Dia bahkan mempunyai kelompok polisi rahasia yang tugasnya untuk memata-matai lawannya dan dengan kejam memenjarakan hingga membunuh orang orang yang menentangnya. Dengan kematian Kaisar Kao Tsung, Wu Zetian berhasil mengalihkan posisi jabatan anak lelaki tertuanya ke anak lelaki termudanya yang lebih lemah dan mudah dipengaruhi.

Pada tahun 690, anak termuda Wu Zetian berhenti dari posisinya di pemerintahan dan Wu Zetian dinyatakan sebagai Kaisar Cina. Walaupun dengan caranya yang kejam untuk mendapatkan posisi, pemerintahannya terbukti sangat efektif dan damai. Dia menemukan orang orang terbaik untuk menjalankan pemerintahan dan memperlakukan mereka yang dia percaya dengan adil. Semua orang bertanding untuk mendapatkan posisi pemerintahan dengan mengambil ujian, sehingga mencontohkan bahwa pemerintahan dijalankan oleh orang terpelajar. Dia juga bersikap adil kepada petani dengan menurunkan pajak, menaikkan produksi agrikultural dan memperkuat pekerjaan umum.

squline mandarin

Selama pemerintahannya pun pembelajaran dan edukasi untuk semua orang sangat merata, literatur klasik sangat berkembang dalam pembelajaran bahasa mandarin. Wu Zetian juga mengganti kepercayaan Taoisme dengan Buddhisme sebagai agama kenegaraan. Pembangunan vihara dan gua ukir 110.000 patung Buddha di Luoyang yang sangat megah pun dilakukan pada masa pemerintahannya.

Baca Juga : 4 Beautiful Legendary Chinese Women.

Pada tahun 705 SM, Wu Zetian meninggal di umur 80 tahun dan menurunkan kekuasaan pada anak ketiganya.

Source : womeninworldhistory.com

edited by Vivi Sia