Add Our Line at @cakap and Call Us Today! +62812 1833 8653 (08:00 - 21:00 GMT+7)|cs@cakap.com

Contoh Percakapan Bahasa Mandarin 2 Orang

Manusia adalah makhluk sosial. Tentu saja, setiap orang pasti tau akan hal tersebut. Maknanya, makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam kehidupannya tidak bisa hidup sendiri, dan harus ada bantuan campur tangan orang lain. Selain itu, manusia pun juga dikaruniai ilmu pengetahuan untuk berinteraksi antara satu dengan lainnya. Jadi, jelas saja, percakapan menjadi hal penting

Contoh Percakapan Sederhana dalam Bahasa Mandarin

Dalam hidup, kita tidak akan pernah terhindar dari apa yang dinamakan dengan percakapan. Ya, tentu saja, dalam keseharian yang kita jalani, pasti kita sering melakukan percakapan sederhana, entah itu dengan teman, orang tua, ataupun guru-guru kita. Percakapan sendiri pun memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah membantu kita dalam memperoleh informasi terkini, menambah pengetahuan yang belum

Contoh Kata Sehari – Hari dalam Bahasa Jepang dan Artinya

‘Hey, bagaimana kabarmu hari ini?’ ‘Halo, apakah aku bisa meminjam sepedamu sebentar?’ ‘Aduh, kenapa wajahku begitu tampan sekali ya?’ Dalam bahasa Indonesia, mungkin kita sudah sangat familiar dengan obrolan-obrolan yang sering orang lain ucapkan seperti diatas. Pada dasarnya, obrolan-obrolan tersebut sangat berguna untuk kita mengakrabkan diri dengan teman, saudara atau bahkan orang yang sama

Contoh Percakapan Bahasa Jepang dan Artinya

"Bagaimana agar bisa lancar bahasa Jepang?" "Bagaimana cara cepat belajar bahasa Jepang?" "Bagaimana belajar percakapan bahasa Jepang sehari-hari?" Pertanyaan ini mungkin selalu muncul bagi kalian yang sedang belajar bahasa Jepang. Kali ini, kita akan membahas jenis-jenis percakapan bahasa Jepang yang bisa kalian praktekan sehari-hari. Contohnya pada saat pertama kali bertemu orang, sudah lama tidak

Cara Cepat Belajar Conversation dengan Bahasa Inggris

Berbicara merupakan salah satu bentuk produksi yang dilakukan otak melalui mulut. Berbeda dengan mendengar dan membaca yang cenderung lebih pasif, maka berbicara menuntut adanya keaktifan sekaligus keberanian dalam mengungkapkan suatu hal. Terutama ketika “Squliners” semua mencoba berbicara menggunakan bahasa Inggris. tentu saja hal ini sangatlah bertentangan ketika squliners berbicara dengan bahasa ibu masing-masing. Terasa