Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana percakapan bahasa Jepang di sekolah karena dalam hidup, setiap manusia pasti diharuskan untuk berinteraksi antar sesamanya. Hal itu diyakini dapat mempererat tali silaturahmi antar umat manusia yang notabenenya memang bersaudara. Berinteraksi disini mencakup banyak sekali hal mulai dari berinteraksi secara verbal maupun non verbal.

Namun biasanya, interaksi yang biasa dan sering dilakukan oleh banyak orang adalah interaksi secara verbal dimana kita hanya perlu bercakap-cakap dengan orang lain untuk sekedar bertanya masalah kabar atau hal-hal yang dikiranya dapat digali informasinya.

Sesuai dengan definisinya, bercakap-cakap bisa diartikan sebagai suatu tindakan dimana kita mengeluarkan maksud dengan mengucapkan kata-kata yang biasanya berbentuk percakapan dengan diri sendiri atau dengan orang lain.

BACA JUGA : Yuk Belajar Ngobrol Bahasa Jepang Sehari – Hari

Manfaat dari bercakap-cakap pun ini sangat banyak, mulai dari dapat mengomunikasikan berbagai pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, hingga dapat mewujudkan kemamuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.

Banyak juga bukan manfaat dari bercakap-cakap?

Kita mungkin sudah sering sekali mendengar orang-orang saling bercakap-cakap antar sesamanya. Di dunia nyata, kita mendengar orang bercakap-cakap menggunakan bahasa Indonesia dengan lancarnya. Di film barat, kita mendengar bagaimana orang-orang bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Di film jepang, kita mendengar bagaimana orang-orang bercakap-cakap dengan bahasa Jepang.

Memang, pada dasarnya, bercakap-cakap dengan sesama kita itu memang menjadi rutinitas yang sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Maka, hal itu tidak pernah bisa dihindari.Pernah membayangkan bagaimana jika kita tidak bercakap-cakap dengan orang lain? Pasti rasanya akan sepi sekali, bukan?

Bicara masalah bercakap-cakap, kemarin kita sudah mempelajari tentang bagaimana kosa kata Bahasa Jepang. Maka, disini, kami akan mencoba menjabarkan tentang bagaimana contoh percakapan Bahasa Jepang yang biasa ada di sekolah. Hal ini tentu penting untuk menerapkan bagaimana kosa kata bahasa Jepang di terapkan dalam pecakapan. Jadi, untuk lebih lanjutnya, mari kita simak :

Contoh Percakapan Bahasa Jepang di Sekolah

1. Perkenalan

Biasanya, percakapan yang terjadi di sekolah adalah mengenai perkenalan. Ya, kita tidak mungkin menghindari perkenalan dengan orang-orang baru ketika kita mulai bercakap-cakap. Dalam bahasa Jepang pun demikian. Biasanya, percakapan bahasa Jepang yang mencakup perkenalan ini pun bisa juga berbagai macam seperti misalnya :

  • Watashi no namae wa Febri desu. ( Nama saya adalah Febri)
  • Anata no Namae wa dare desuka. ( Kalau nama kamu siapa?)
  • Atashi wa Jogjakarta Ni Sunde Imasu ( Saya tinggal di Jogjakarta)
  • Atashi wa Indonesia jin desu ( Saya orang Indonesia)
  • Atashi wa Daigakusei desu ( Saya seorang mahasiswa)

Itu adalah berbagai macam percakapan bahasa Jepang paling standar yang meliputi tentang kegiatan di sekolah. Cukup mudah bukan?

Perkenalan ini agaknya memang salah satu hal yang penting untuk dilakukan mengingat dengan perkenalan, kita bisa akrab dengan orang-orang di lingkungan sekolah. Pun begitu, pasti guru-guru di sekolah juga akan menyuruh kita untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum kegiatan sekolah di mulai.

Jadi, jika demikian, ucapkan saja kalimat-kalimat yang sudah dicontohkan diatas untuk berkenalan dengan teman sejawat kalian.

2. Percakapan Guru dengan Murid.

Dalam kegiatan sekolah, biasanya murid-murid sering berinteraksi dengan guru. Tak jarang, guru acapkali bertanya mengenai banyak hal. Untuk contohnya, berikut adalah percakapan yang terjadi antara guru dan murid ketika di dalam kelas.

Sensei : Mina-san, kore wa dare no enpitsu desu ka?

Guru : Anak-anak, pensil ini milik siapa ya?

Gakusei (Febri) : Sensei, watashi no desu.

Murid (Bernama Febri) : Pak, pensil itu milik saya.

Sensei : Ara, Febri san no desu ne

Guru : Oh, ini milik Febri ya.

Gakusei (Febri) : Hai

Murid (Bernama Febri) : Iya, benar.

Sensei : Namae ga kaite arimasen ne

Guru : Tidak ditandai dengan nama.

Gakusei (Febri) : Sumimasen, wa surete shimaimashita. Sugu kakimasu.

Murid : Mohon maaf, saya lupa. Segera saya tandai

Itulah kira-kira contoh percakapan bahasa Jepang di sekolah yang melibatkan antara guru dengan murid yang sedang menanyakan tentang kepemilikan sebuah pensil. Percakapan tersebut mungkin memang tidak terdengar asing di telinga kita, maka, ini bisa menjadi salah satu contoh yang paling pas untuk menunjukkan tentang bagaimana percakapan bahasa Jepang di sekolah.

3. Percakapan Menanyakan Tanggal Ujian

Dalam rutinitas di sekolah, kita pasti sering mendengar atau mungkin sering bercakap-cakap mengenai ujian. Entah itu percakapan mengenai materi ujian, ruang ujian, pengawas ujian ataupun tanggal dilaksanakannya ujian. Hal itu memang sering terjadi dalam percakapan di ruang lingkup sekolah. Jadi, bagaimana jika percakapan itu diutarakan dalam bahasa Jepang? Yuk coba kita lihat :

Rahmat : Tesuto wa itsu desu ka?

Rahmat : Ujian sekolahnya kapan ya?

Adinda : Itsu ka na. Eem, Ichi-gatsu yokka kara Jūku-nichi made desu yo

Adinda : Kapan ya? emmm… mulai tanggal 4 sampai tanggal 22 Januari

Rahmat : Sō, desu ka. Ah, Raigetsu desu ne.

Rahmat : Oh ya? Ah, bulan depan ya berarti?

Adinda : Ee.

Adinda : Iya

Rahmat : Ja, ganbarimashō

Rahmat : Kalau begitu, sekarang mari kita berusaha.

Jika dilihat-lihat, percakapan diatas hampir mirip-mirip dengan percakapan menggunakan bahasa Indonesia pada umumnya ya?

Sekarang sudah tau kan bagaimana orang Jepang sana bercakap-cakap di sekolah ketika menanyakan mengenai waktu ujian?

4. Percakapan menanyakan kapan waktu pelajaran sekolah.

Dalam kehidupan di sekolah, biasanya kita sering melihat dan mengalami percakapan dimana kita bertanya kepada teman sendiri perihal kapan waktu suatu pelajaran di mulai. Seolah kita pura-pura lupa dengan jadwal pelajaran sekolah sendiri karena terlalu asyik bermain. Jadi, bagaimana percakapan bahasa Jepang di sekolah saat menanyakan kapan waktu pelajaran sekolah dimulai? Mari kita lihat :

Aldo : Ashita Ikimonogaku no tesuto ga arimasu yo

Aldo : Besok ada ujian biologi loh

Chika : Uso deshō!

Chika : Ah, kamu bercanda ya!

Aldo : Ee, riaru arimasu yo

Aldo : Iya, beneran ada loh

Chika : Ashita Ikimonogaku no tesuto wa nan-ji kara desu ka

Chika : Besok ujian Biologi mulai pukul berapa?

Aldo : Shichi-ji Jup-pun kara desu yo

Aldo : Mulai pukul 07.10 loh.

Melihat percakapan bahasa Jepang di sekolah yang membahas tentang pelajaran biologi di atas, agaknya terlihat unik juga ya mengingat kita pasti juga sering lupa atau mungkin tidak tau kapan jadwal ujian suatu pelajaran yang akan kita lalui sendiri.

BACA JUGA : Yuk Pelajari Kosakata Bahasa Jepang Berikut ini

5. Percakapan tentang pelajaran yang membosankan.

Hayooo…

Hihi, percakapan ini mungkin adalah percakapan yang paling sering dilakukan antar dua orang atau mungkin lebih ketika berada di lingkungan sekolah.

Ya, percakapan mengenai murid-murid yang bosan dengan pelajaran yang dilaluinya. Percakapan mengenai murid-murid yang merasa ingin keluar dari kelas dan mengenyahkan pelajaran yang tidak disukainya. Percakapan mengenai murid-murid yang tidak ingin melihat pelajaran yang sedang dilaluinya lagi.

Memang, bagaimana sih percakapannya jika dilihat dari sudut pandang orang Jepang?

Yuk kita lihat :

Shinta : Kono jugyō wa tsumaranai to omoinasu

Shinta : Menurutku, pelajaran ini sangat membosankan.

Raka : Rō, Dōshite

Raka : Loh, mengapa?

Shinta : Naka-naka oboerarenai desu yo

Shinta : Susah untuk diingat-ingat

Raka : Muzukashii desu ka

Raka : Apakah itu sulit?

Shinta : Ee, sono tōri desu yo

Shinta : Iya, seperti itulah

Raka : Ja, motto benkyō shite kudasai.

Raka : Kalau begitu, belajarlah dengan lebih giat lagi.

Shinta : Ee.

Shinta : Iya.

Raka : Ressun o kioku sa rete inakattaga, manabu tame ni koto o chōdo rimaindā

Raka : Sekedar mengingatkan bahwa pelajaran itu tidak untuk diingat-ingat, tetapi untuk dipelajari.

Dari percakapan bahasa Jepang di sekolah yang membahas tentang seorang murid yang malas dengan suatu pelajaran diatas, agaknya kita tahu ya, seharusnya di saat dalam kondisi itu kita sebagai teman harus bisa memberikan semangat untuk teman kita agar dia senantiasa kembali semangat dalam mengikuti pelajaran.

BACA JUGA : Kenapa Memilih Squline ?

Ya, kira-kira itulah contoh percakapan bahasa Jepang di sekolah yang sebaiknya kalian tau bersama.

Ingat kata kaka di atas tadi ?

Pelajaran itu tidak untuk diingat, tapi untuk dipelajari’

Jadi mau bisa bahasa Jepang dengan cepat?

Ya jangan diingat-ingat aja contoh percakapan diatas, tapi dipelajari.

Yuk sama-sama belajar di squline.com.