Suka banget sama yang namanya Bahasa? Hmm, memang Bahasa itu akan selalu menarik untu dibicarakan. Kalau biasanya kita sering membahas tentang Bahasa Inggris, kali ini kita coba bahas hal yang sedikit berbeda dan tidak kalah menariknya. Wahh, apa tuh? Bahasa Jepang lah jawabannya. Bagaimana, tertarik? Lanjut yuk!

Untitled design

Bagi kamu para penggemar kartun dan komik pasti akan sangat tertantang untuk mempelajari Bahasa Jepang karena dari negara Jepang lah banyak sekali kartun dan komik diproduksi. Atau ada yang punya mimpi untuk honeymoon di negeri sakura ini setelah menikah nanti? Pelajari dulu Bahasa Jepang supaya perjalanan kamu nanti tidak perlu pakai bahasa isyarat yaa Squliners.

Untitled design (1)

Ketika kamu ingin mempelajari Bahasa Jepang, kamu perlu tahu karakteristik yang dimiliki Bahasa Jepang supaya kamu lebih mudah dalam memahaminya. Berikut adalah beberapa karakteristik Bahasa Jepang:

Menggunakan Pola MD (Menerangkan-Diterangkan)

Kalau Squliners sering menggunakan pola DM (Diterangkan-Menerangkan) dalam Bahasa Indonesia, kamu akan perlu mengubah pola tersebut dalam menggunakan Bahasa Jepang. Tidak perlu khawatir, pola ini tidak sulit kok untuk dipelajari, mirip dengan Bahasa Inggris.

Contoh:

  • Tas baru = atarashii kaban

“Atarashii” artinyaa baru. Ia diletakkan di depan kata “kaban” yang artinya tas.

Jika Squliners ingin menjelaskan kepemilikan, kamu juga perlu menggunakan pola MD seperti diatas.

Contoh:

  • Laptop saya = watashi no pasokon

Watashi” artinya saya. “No” menandakan kepemilikan dan “pasokon” artinya laptop.

Kata Benda Jamak Tidak Memiliki Bentuk Pengulangan

Dalam Bahasa Indonesia, kata benda akan diulang ketika maknanya jamak. Hal ini berbeda dengan Bahasa Jepang. Jika Squliners ingin menjelaskan bahwa kata benda tersebut maknanya jamak, kamu tinggal menambahkan saja kata “–tachi” di belakang kata benda tersebut.

Contoh:

Kantor-kantor = jimushotachi

Mobil-mobil    = kurumatachi

Kata Kerja Dan Kata Sifat Mengalami Perubahan Berdasarkan Waktu Dan kondisi

Squliners sudah tidak asing dengan perubahan kata kerja dalam Bahasa Inggris saat terjadi di waktu yang berbeda. Sekarang coba kamu simak bentuk perubahan kata kerja dan sifat dalam Bahasa Jepang melalui tabel di bawah ini:

Untitled design (2)

Dalam tabel di atas kamu bisa melihat beberapa perubahan kata kerja dalam bentuk positif dan juga negatif.

Bahasa Jepang Menggunakan Pola S – O – P

Untuk lebih jelasnya silahkan diperhatikan contoh dibawah ini:

Kamu membeli telepon = Anata wa denwa o kaimasu

Anata” artinya kamu. “Denwa” artinya telepon yang diletakkan di depan kata “kaimasu” yang artinya membeli dan berfungsi sebagai kata kerja dalam kalimat tersebut.

Subjek Dan Objek Yang Sudah Diketahui Bisa Dihilangkan

Jika kamu ingin mengatakan “aku cinta kamu” mestinya kamu mengatakan “watashi wa anata ga suki desu” tapi dalam Bahasa Jepang kamu hanya perlu mengatakan “suki desu”. Alasannya adalah subjek dan objek yang dimaksud dianggap sudah diketahui dengan jelas ketika kamu mengatakannya.

Baca Juga: Berbanggalah, Ini Kelebihan Bahasa Indonesia di Mata Dunia

Bahasa Jepang Memiliki Tingkatan Bahasa

Dalam Bahasa Jawa Squliners mengenal Bahasa Jawa ngoko, ngoko alus, karma, karma alus. Nah, Bahasa Jepang juga punya tingkatan kesopanan bahasa seperti itu lho.

Contoh:

Kamu bisa menggunakan kata “hanasu” untuk kata “berbicara”. Tapi jika Squliners ingin lebih sopan, kamu bisa menggunakan kata “hanashimasu”.

Nah itulah 6 karaktersitik yang perlu kamu tahu ketika kamu ingin mempelajari Bahasa Jepang. Selain keenam karakteritik diatas, masih ada lagi karakteristik yang juga perlu kamu pelajari lho Squliners karena bahasa itu unik. Let’s develop your language ability Squliners!