Disleksia Bukan Halangan untuk Belajar Bahasa Asing

Disleksia Bukan Halangan untuk Belajar Bahasa Asing

Dalam rangka Dyslexia Awareness Week yang berlangsung dari tanggal 1-7 Oktober, kami akan membahas tentang disleksia (bahasa Inggris: Dyslexia) dan hubungannya dengan belajar bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, atau bahasa asing lainnya. Disleksia atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Dyslexia merupakan gangguan belajar, terutama di bagian baca-tulis dan gangguan ini merupakan kondisi seumur hidup. Para penyandang disleksia biasanya mengalami kesulitan di bagian membaca, mengeja, menulis, dan matematika. Walaupun mengalami masalah belajar, bukan berarti para penyandang disleksia ini bodoh. Menjadi penyandang disleksia bukan berarti berhenti untuk belajar, apalagi untuk belajar bahasa asing.

Keuntungan Belajar Bahasa Asing Bagi Penyandang Disleksia

Bagi sebagian orang yang menyandang disleksia, mempelajari bahasa asing dapat menjadi hal yang menantang sekaligus memuaskan. Para penyandang disleksia disarankan untuk mempelajari bahasa asing karena dengan mempelajarinya, ia akan lebih memahami bahasanya sendiri.

Penyandang disleksia pun memiliki kemampuan lebih di bagian analisis, kreativitas, penyelesaian masalah dan hal-hal tersebut merupakan yang kemampuan terpenting ketika berhadapan dengan tata bahasa baru.

Kesulitan Belajar Bahasa Asing Bagi Penyandang Disleksia

Tidak semua penyandang merasa tertantang untuk mempelajari bahasa asing karena dirasa terlalu sulit. Hal ini dikarenakan untuk mempelajari bahasanya sendiri saja sudah cukup sulit, apalagi bila harus mempelajari bahasa lainnya.

Para penyandang juga mungkin kurang mengenali bunyi atau huruf dari bahasa tertentu. Belum lagi ketika merasa terlalu sulit, para penyandang terkadang menjadi lebih sulit untuk tetap fokus dan belajar.

Bagaimana Cara Memilih Bahasa yang Tepat untuk Dipelajari oleh Penyandang Disleksia?

Disleksia Bukan Halangan untuk Belajar Bahasa Asing

Sumber: alicepye.com

Untuk mempelajari bahasa asing dapat dimulai dari bahasa yang paling familiar dengan bahasa ibu yang dimiliki. Kemiripan kata dalam bahasa asing yang mirip dengan bahasa ibunya dapat mempermudah penyandang disleksia untuk belajar.

Bagusnya, bahasa Indonesia memiliki banyak kata serapan dari bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Jepang sehingga memudahkan penyandang disleksia untuk belajar.

Tips Belajar Bahasa Asing Bagi Penyandang Disleksia

1. Mulailah dari berbicara dan mendengar

Terlepas dari kondisi yang dimiliki, bila berfokus untuk belajar sejak hari pertama, pasti kamu bisa menjadi fasih. Dengan sering berbicara dan mendengarkan, ini akan sangat membantu dalam belajar karena kamu tidak terlalu membutuhkan untuk membaca dan menulis. Pada awalnya mungkin terasa kurang nyaman untuk berbicara namun lama kelamaan akan terbiasa.

2. Fokus pada Fonologi

Memiliki masalah dalam membaca dan mengeja juga dapat berakibat pada kesulitan dalam mengucapkan alfabet tertentu secara tepat. Salah satu cara belajar bahasa asing untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan menonton film berbahasa yang sedang dipelajari dengan subtitel bahasa yang dipelajari. Misalnya menonton film Mandarin dengan subtitel bahasa Mandarin atau menonton film berbahasa Inggris dengan subtitel bahasa Inggris. Jangan terlalu berfokus pada arti dari kata yang dipelajari, berfokuslah pada cara pengucapan.

Baca Juga: Cara Membaca Kosakata dalam Kamus Bahasa Inggris

3. Melatih Cara Pengucapan

Latih cara pengucapan dari kata yang dipelajari. Di sini, kamu membutuhkan seseorang yang tahu dan paham tentang cara pengucapan dari kata yang dipelajari dengan baik dan benar. Jangan hanya berhenti di cara pengucapan kata tapi lanjutkan hingga kamu bisa mengucapkan satu kalimat atau bahkan satu paragraf dalam bahasa yang sedang dipelajari.

Pada awalnya memang terdengar agak aneh tapi jangan berhenti dan terus berlatih. Jika kamu masih bingung juga, jangan takut untuk bertanya pada gurumu. Bagi kamu yang belajar bahasa Inggris, bahasa Mandarin, atau bahasa Jepang, Squline dapat membantumu belajar bahasa asing online dengan pengajar yang profesional sehingga kamu tidak perlu khawatir ketika mencari guru untuk berlatih.

4. Latihan Berpasangan

Belajar bahasa asing sendiri biasanya memiliki kelemahan di bagian pengucapan dari suatu kata atau kalimat. Latihan secara berpasangan dapat sangat membantu karena kamu akan mendengar kata atau kalimat dengan suara yang berbeda dengan suaramu.

Para penyandang disleksia disarankan untuk belajar dengan metode multisensory. Mendengarkan kata yang dipelajari, mengucapkannya, menuliskan di kertas, dan mengetiknya di komputer dapat membantu untuk memahami materi. Bila kamu kesulitan untuk menemukan rekan berlatih untuk belajar bahasa Inggris, bahasa Mandarin, atau bahasa Jepang, Squline dapat menjadi pilihan untuk membantumu belajar.

5. Motivasi

Motivasi dapat datang dari mana saja. Motivasi ini bisa berupa keinginanmu untuk menjadi lebih baik secara akademis, karier, atau untuk mempermudah komunikasi dengan orang lain. Alasan lain untuk mempelajari bahasa asing adalah karena kebudayaan. Belajar bahasa asing dengan penutur asli (native speaker) dari bahasa yang dipelajari juga dapat mengajarimu tentang kebudayaan mereka dan hal ini dapat memberimu motivasi lebih untuk belajar bahasa asing.

6. Kejelasan vs Ketepatan

Disleksia Bukan Halangan untuk Belajar Bahasa Asing

Sumber: wallpaperscraft.com

Membuat kesalahan ketika mempelajari hal baru merupakan suatu kewajaran. Tentukan prioritasmu dalam mempelajari bahasa asing, apakah kamu ingin menuturkan bahasa tersebut dengan jelas dan dapat dimengerti orang lain atau kamu ingin dapat menuturkannya secara tepat dan sesuai dengan tata bahasa yang berlaku?

Bagi para pemula, sangat disarankan untuk mengutamakan kejelasan kata yang diucapkan ketika berbicara dalam bahasa yang sedang dipelajari. Tata bahasa akan membaik seiring dengan berjalannya waktu. Ketika kamu membuat kesalahan, jangan berhenti. Latihlah agar kesalahanmu berkurang.

Baca Juga: Tips Mengingat Kosakata Bahasa Mandarin Baru

7. Kelilingi Dirimu dengan Bahasa yang Dipelajari

Semakin sering kamu terpapar dengan bahasa yang dipelajari, semakin familiar pula dirimu dengan bahasa tersebut. Kamu bisa mendengarkan lagu, menonton film, atau menonton video dalam bahasa yang sedang dipelajari. Rasa familiar dengan bahasa asing yang dipelajari dapat membantumu belajar karena kamu akan merasa terbiasa dengan bahasa tersebut. Hal ini juga dapat membantu cara pengucapan karena kamu terbiasa mendengar kata yang dipelajari.

Cara mudah belajar bahasa asing selanjutnya adalah kamu bisa menempelkan label bertuliskan nama benda dalam bahasa yang dipelajari di benda tersebut. Misalnya kamu menempelkan label bertuliskan “table” pada meja atau “chair” pada kursi.

8. Kontekstualisasi Pelajaran

Tidak hanya bagi penyandang disleksia, orang yang normal pun memiliki masalah dengan mempelajari konteks dari bahasa yang dipelajari. Cara untuk memahami konteks dalam bahasa asing adalah dengan mempelajari arti, bentuk, dan fungsi dari kata tersebut.

9. Metode Kata Kunci

Cara cepat mengingat kosa kata bahasa asing menjadi lebih mudah bila kita mengaitkannya dengan kata-kata yang ada di bahasa ibu kita. Bila tidak ada yang sama, carilah yang mirip. Tidak hanya itu, kaitkan juga dengan gambar dan atau suara untuk mempermudah pembelajaran.

10. Flashcard

Salah satu cara cepat mengingat kosa kata bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, atau bahasa asing lainnya adalah dengan bantuan flashcard. Kamu bisa menggunakan flashcard digital yang diunduh dari internet atau membuatnya sendiri dengan menggunakan kertas karton yang dipotong seukuran kartu.

Dalam mempelajari hal baru, baik penyandang disleksia atau bukan, membutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya. Akan ada satu titik di mana kamu ingin menyerah dan berhenti sebelum kamu fasih, dengan dukungan dari orang sekitar, ini dapat mengembalikan semangatmu.

Jangan pernah malu untuk bertanya atau mengonsultasikan kesulitanmu dengan para pengajar. Mereka akan membantu dan mendampingimu dalam belajar. Konsultasikan juga porsi belajar yang sesuai dengan kemampuanmu.

Let’s be smart your way with Squline!