Loading...

Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Sumber: unsplash.com

Belajar bahasa Inggris harus ada tujuannya, bisa bertujuan untuk melanjutkan pendidikan atau mengembangkan karier. Tujuan belajar bahasa Inggris selanjutnya adalah kefasihan, namun, dari mana kamu tahu kalau bahasa Inggrismu sudah cukup fasih? Untuk mengetahui seberapa baik dan fasihnya bahasa Inggrismu, kamu perlu mengikuti tes-tes tertentu seperti TOEFL, TOEIC, dan IELTS.

Ketiga tes tersebut memang sama-sama mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Lalu, apa bedanya TOEFL, TOEIC, dengan IELTS? Selain perbedaan, apa fungsi dari TOEFL, TOEIC, dan IELTS? Persiapan apa yang harus dilakukan sebelum mengikuti tes?

TOEFL

Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Sumber: unsplash.com

Apa itu TOEFL?

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah uji kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke perguruan tinggi di Amerika Serikat atau negara-negara lainnya. TOEFL terdiri dari dua jenis tes yaitu Computer-based Testing (CBT) dan Paper-based Testing (PBT).

Computer-based Testing adalah tes yang dijalankan dengan menggunakan media komputer. Sedangkan Paper-based Testing dijalankan dengan mengunakan media kertas. Skor penilaian dari kedua tes pun berbeda. Skor penilaian model CBT berkisar antara 216-677, sedangkan model PBT berkisar antara 310-677.

Apa Fungsi TOEFL?

Berikut fungsi dari TOEFL

  1. Sebagai salah satu syarat penerimaan untuk mengikuti short course program di luar negeri. Kamu perlu memiliki sertifikat TOEFL dengan nilai yang ditentukan.
  2. Sebagai syarat pendaftaran sekolah lanjutan (S-1, S-2, S-3) di Amerika Serikat dan negara penutur bahasa Inggris lainnya.
  3. Sebagai syarat untuk mendaftar beasiswa di Amerika Serikat dan negara berpenutur bahasa Inggris.
  4. Sebagai syarat melamar pekerjaan baik di dalam mau pun di luar negeri.
  5. Syarat mendaftar ke program internasional di institusi pendidikan tertentu.
  6. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris.

Seperti apa tesnya?

Internet-based Test (iBT)

Sejak diperkenalkan pada tahun 2005, iBT menggantikan computer-based test (CBT) dan paper-based test (PBT) di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, dan Italia. Pada tahun 2006, iBT mulai dijalankan di seluruh dunia seiring dengan pemberhentian sistem CBT.

Tes ini meliputi:

1. Membaca (reading)

Tes membaca dalam TOEFL berupa 3-4 wacana bertema akademik. Setiap wacana tersebut panjangnya sekitar 700 kata. Materi wacana yang disajikan memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan isi buku teks tingkat sarjana.

Peserta tes akan diminta untuk menjawab pertanyaan seputar pikiran pokok, isi wacana, kosakata, dan lainnya.

2. Menyimak (listening)

Untuk sesi menyimak, peserta diminta mendengar dan menyimak 6-9 wacana yang dibacakan, wacana tersebut terdiri dari dua buah percakapan dan empat diskusi. Setiap wacana berdurasi 3-5 menit dan peserta diperbolehkan untuk mencatat.

3. Berbicara (speaking)

Tes ini untuk menguji kemampuan berbicara secara spontan dan terstruktur dalam menyampaikan ide atau gagasan dalam bahasa Inggris. Peserta tes juga akan diminta untuk menyimak penjelasan akademis dan menjawab pertanyaan terkait dengan penjelasan yang didengar.

Ketika menyimak, peserta tes diperbolehkan untuk mencatat poin yang dianggap penting dan diberikan waktu persiapan sebelum mulai tes berbicara. Jawaban peserta akan direkam dan langsung dikirim untuk dinilai.

4. Menulis (writing)

Tes menulis ini untuk menguji kemampuan menulis peserta dalam bahasa Inggris dan dalam konteks akademis. Tes ini terdiri dari dua bagian, menulis bebas dan menulis dengan tema yang ditentukan.

Paper-based Test (PBT)

Saat ini, TOEFL berbasis kertas hanya tersedia di wilayah tertentu. Sama seperti tipe TOEFL lainnya, nilai tes ini berlaku selama dua tahun. Tes ini terdiri dari empat bagian, yaitu:

1. Listening (menyimak)

Bagian ini berdurasi kurang lebih sepanjang 30—40 menit dan terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama terdiri dari 30 pertanyaan yang terkait dengan percakapan yang diperdengarkan. Bagian kedua terdiri dari delapan buah pertanyaan dari percakapan yang lebih panjang dari percakapan pertama. Bagian ketiga terdiri dari 12 pertanyaan yang terkait dengan diskusi.

2. Structure and Written Expression

Tes ini berdurasi selama 25 menit. Seksi Structure and Written Expression terdiri dari 15 butir pertanyaan dengan melengkapi kalimat dan 25 butir pertanyaan untuk mencari kesalahan dalam kalimat.

3. Reading Comprehension (membaca)

Tes membaca TOEFL ini terdiri dari 50 butir pertanyaan yang terkait dengan wacana yang disajikan. Tes ini berdurasi selama 55 menit.

4. Writing (menulis)

Tes menulis TOEFL ini berdurasi 30 menit. Peserta tes akan diminta untuk membuat esai sepanjang 250—300 kata.

Baca Juga: Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

TOEIC

Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Sumber: unsplash.com

Apa itu TOEIC?

Test of English for International Communication atau disingkat sebagai TOEIC adalah tes atau uji kemampuan berbahasa Inggris yang dirancang khusus untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks sehari-hari bagi orang yang bekerja di lingkungan internasional.

TOEIC memiliki beberapa bentuk tes: TOEIC Listening and Reading (mendengarkan dan membaca), TOEIC Speaking and Writing (berbicara dan menulis), dan TOEIC Bridge.

Apa fungsi TOEIC?

Selayaknya tes kemampuan berbahasa asing lainnya, fungsi TOEIC adalah untuk menentukan sejauh mana kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris. Hanya saja, dalam tes ini ditekankan untuk menguji kemampuan berbahasa Inggrismu di lingkungan profesional internasional.

Fungsi TOEIC lainnya adalah

  • Sebagai kualifikasi untuk posisi baru dan atau kenaikan pangkat dalam perusahaan
  • Menambah kredensial profesional
  • Memantau perkembangan kemampuan berbahasa Inggris
  • Untuk menentukan tujuan belajar bahasa Inggris
  • Sebagai salah satu tolak ukur kemampuan berbahasa Inggris karyawan agar dapat dievaluasi

Seperti apa tesnya?

TOEIC memiliki tiga bentuk tes, yaitu: TOEIC Listening and Reading (mendengarkan dan membaca), TOEIC Speaking and Writing (berbicara dan menulis), dan TOEIC Bridge. Setiap bentuk tes memiliki sistem penilaian yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

TOEIC Listening and Reading (Menyimak dan Membaca)

Tes menyimak dan membaca TOEIC (TOEIC Listening and Reading) berfungsi untuk mengukur seberapa baiknya kamu dalam memahami bahasa Inggris yang didengar atau dibaca di kehidupan sehari-hari. Tes ini berformat pilihan ganda dengan 200 butir pertanyaan yang dibagi dalam dua sesi, menyimak (listening) dan membaca (reading).

Dirancang untuk menguji kemampuan dalam memahami percakapan di ruang pekerjaan, instruksi dan penjelasan, peraturan dan pengumuman, dan menghubungkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan pekerjaan.

Seksi Menyimak (Listening)

Peserta tes akan diminta untuk mendengarkan percakapan dan pertanyaan dalam bahasa Inggris dan diharuskan untuk menjawabnya sesuai dengan pemahaman mereka. Tes ini berdurasi selama 45 menit.

Jumlah Pertanyaan
Photographs 10 pertanyaan
Question – Response 30 pertanyaan
Short Conversations 30 pertanyaan
Short Talks 30 pertanyaan

Seksi Membaca (Reading)

Peserta tes akan diminta untuk membaca dan memahami berbagai wacana dan menjawab pertanyaan berdasarkan ini dari wacana tersebut. Tes ini berdurasi selama 75 menit.

Jumlah Pertanyaan
Incomplete Sentence 40 pertanyaan
Error Recognition & Text Completion 12 pertanyaan
Reading Comprehension
– Single Passage 28 pertanyaan
– Double Passage 20 pertanyaan

Skor

Skor untuk seksi menyimak berkisar antara 5-495 dan untuk seksi membaca berkisar antara 5-495, sehingga nilai total untuk TOEIC ini berkisar 10-990. Bila dikonversikan ke CEFR (the Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment)—penilaian kemampuan bahasa yang berlaku di Eropa—skor TOEIC menjadi seperti berikut:

Skor Minimum Sesi (Rentang Skor)
Listening (5-495) Reading (5-495)
A1 (Beginner) 60 60
A2 (Elementary) 110 115
B1 (Intermediate) 275 275
B2 (Upper Intermediate) 400 385
C1 (Advance) 490 455

TOEIC Speaking and Writing (Berbicara dan Menulis)

­Tes berbicara dalam TOEIC Speaking and Writing berfungsi untuk mengukur kemampuan dalam cara pengucapan, intonasi dan penekanan, tata bahasa, kosakata, keterpaduan kata dalam kalimat, relevansi dan kelengkapan konten.

Sedangkan tes menulis dalam TOEIC Speaking and Writing berfungsi untuk mengukur kemampuan bertata bahasa, kesesuaian kalimat yang ditulis dengan gambar yang disajikan, kualitas dan variasi kalimat, kosakata, struktur kalimat, dan opini yang didukung oleh alasan dan atau contoh.

Seksi Berbicara (Speaking)

Kemampuan berbicara sangat diperlukan untuk presentasi, berkomunikasi secara tatap muka, konferensi melalui fitur video call, dan percakapan melalui telepon. Tes berbicara ini dirancang untuk menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi secara lisan. Tes ini berdurasi kurang lebih 20 menit.

Nomor Pertanyaan Soal Kriteria Evaluasi
1–2 Membaca bacaan dengan suara lantang · Pengucapan (Pronunciation)
· Intonasi dan penekanan (stress)
3 Mendeskripsikan sebuah gambar Sama dengan di atas dan ditambah:
· Tata bahasa (Grammar)
· Kosakata
· Penekanan (Cohesion)
4–6 Menjawab pertanyaan Sama dengan di atas dan ditambah:
· Kesesuaian jawaban
· Kelengkapan jawaban
7–9 Menjawab pertanyaan dengan menggunakan informasi yang tersedia Sama dengan di atas
10 Mengajukan solusi Sama dengan di atas
11 Mengekspresikan pendapat Sama dengan di atas

Seksi Menulis (Writing)

Kemampuan menulis diperlukan untuk menulis posel (email) dengan jelas, terstruktur, persuasif, dan menulis korespondensi lainnya. Tes ini terdiri dari 8 pertanyaan dan berdurasi selama kurang lebih 60 menit.

Nomor Pertanyaan Soal Kriteria Evaluasi
1–5 Menulis kalimat berdasarkan pada sebuah gambar · Tata bahasa (Grammar)
· Kesesuaian antara kalimat dengan gambar
6–7 Menjawab permintaan membuat sebuah tulisan · Kualitas dan variasi kalimat-kalimat yang dibuat
· Kalimat
· Kosakata
· Pengaturan kata dan kalimat yang dibuat
8 Menulis opini dalam bentuk karya tulis · Apakah opini Anda didukung dengan penjelasan dan/ atau contoh
· Tata bahasa (Grammar)
· Kosakata
· Pengaturan kata dan kalimat yang dibuat

Skor

Bila kamu sudah memiliki skor TOEIC Listening and Reading di atas 600, akan sangat dianjurkan untuk mengikuti TOEIC Speaking and Writing. Hal ini untuk menyempurnakan pengukuran kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki.

Skor TOEIC Speaking and Writing diukur berdasarkan kriteria kemahiran tertentu. Berikut deskripsinya:

Skor TOEIC Speaking

  • Skala 0-3 untuk pertanyaan nomor 1-9
  • Skala 0-5 untuk pertanyaan nomor 10-11
  • Total skala akan dikonversi menjadi skor berskala 0-200

Skor TOEIC Writing

  • Skala 0-3 untuk pertanyaan nomor 1-5
  • Skala 0-4 untuk pertanyaan nomor 6-7
  • Skala 0-5 untuk pertanyaan nomor 8
  • Pertanyaan no. 1-5 dinilai dengan skala 0-3
  • Pertanyaan no. 6-7 dinilai dengan skala 0-4
  • Pertanyaan no. 8 dinilai dengan skala 0-5
  • Total skala akan dikonversi menjadi skor berskala 0-200

Bila dikonversikan ke CEFR (the Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment)—penilaian kemampuan bahasa yang berlaku di Eropa—skor TOEIC menjadi seperti berikut:

Skor Minimum Sesi (Rentang Skor)
Speaking (0-200) Writing (0-200)
A1 (Beginner) 50 30
A2 (Elementary) 90 70
B1 (Intermediate) 120 120
B2 (Upper Intermediate) 160 150
C1 (Advance) 180 180

TOEIC Bridge

TOEIC Bridge merupakan tes yang tepat untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris tingkat pemula dan menengah. Dirancang untuk mengevaluasi perkembangan proses belajar bahasa Inggris. Tes ini mengukur kemampuan menyimak dan memahami wacana.

Tes ini memiliki standar internasional untuk mengukur efektivitas pengajaran bahasa Inggris. Tes ini menggunakan kosakata, frase, dan ekspresi yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk Tes

TOEIC Bridge tersedia dalam format tertulis dan online. Terdiri dari 100 pertanyaan berbentuk pilihan ganda, tes ini memiliki waktu pengerjaan selama 90 menit, di mana 60 menit untuk menjawab pertanyaan dan 30 menit untuk mengisi kuesioner singkat mengenai latar belakang pendidikan peserta.

TOEIC Bridge terdiri dari dua sesi, yaitu:

Pemahaman Mendengarkan (Listening Comprehension)

Peserta akan diminta untuk mendengarkan dan menyimak pernyataan, pertanyaan, dialog, dan pembicaraan singkat dalam bahasa Inggris. Lalu peserta menjawab 50 butir pertanyaan berdasarkan apa yang didengar.

Sesi ini berdurasi 25 menit dan terdiri dari tiga bagian:

  • Bagian 1: Photographs (15 pertanyaan)
  • Bagian 2: Question-Response (20 pertanyaan)
  • Bagian 3: Short Conversations and Short Talks (15 pertanyaan)

Pemahaman Membaca (Reading Comprehension)

Peserta akan diminta untuk membaca dan memahami sebuah artikel singkat, kemudian peserta akan diminta untuk menjawab 50 pertanyaan berdasarkan artikel yang dibaca:

  • Bagian 4: Incomplete Sentences (30 pertanyaan)
  • Bagian 5: Reading Comprehension (20 pertanyaan)

Skor

Skala skor TOEIC Bridge berkisar antara angka 20-180, berikut perbandingan skor TOEIC Bridge dengan TOEIC jenis lainnya:

TOEIC Total

TOEIC Bridge 90 100 110 120 130 140 150 160
TOEIC test 230 260 280 310 345 395 470 570
Standard Error of Measurement 46 52 59 65 71 78 84 91
Sample Size 61 154 257 404 488 512 491 406

Listening

TOEIC Bridge 44 50 56 62 68 74 80
TOEIC test 150 160 180 200 230 270 325
Standard Error of Measurement 36 39 42 45 49 52 55
Sample Size 92 230 649 881 1171 945 705

Reading

TOEIC Bridge 44 50 56 62 68 74 80
TOEIC test 90 100 110 120 140 180 235
Standard Error of Measurement 30 34 39 44 49 54 58
Sample Size 169 358 621 809 1024 1044 759

Bila dikonversikan ke CEFR (the Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment)—penilaian kemampuan bahasa yang berlaku di Eropa—skor TOEIC menjadi seperti berikut:

Skor Minimum Sesi (Rentang Skor)
Speaking (0-200) Writing (0-200)
A1 (Beginner) 50 30
A2 (Elementary) 90 70
B1 (Intermediate) 120 120
B2 (Upper Intermediate) 160 150
C1 (Advance) 180 180

Baca Juga: Kenali dan Kupas Tuntas Seperti Apa Sih TOEIC

IELTS

Apa Bedanya TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

sumber: unpslash.com

Apa itu IELTS?

IELTS atau International English Language Testing System adalah uji kemahiran bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Universitas Cambridge, British Council, dan IDP Education Australia untuk mereka yang bukan merupakan penutur asli bahasa Inggris. Tes IELTS juga merupakan tes yang paling populer untuk menguji kemahiran berbahasa Inggris seseorang.

Tes IELTS biasa digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan di Australia, Britania Raya, Kanada, dan Selandia Baru, juga di lebih dari 3.000 institusi pendidikan di Amerika Serikat, serta di berbagai organisasi berskala internasional.

Apa fungsi IELTS?

Hasil tes IELTS diterima di lebih dari 10.000 organisasi di lebih dari 140 negara. Organisasi-organisasi yang menerima termasuk institusi pemerintahan, institusi pendidikan, dan perusahaan-perusahaan pemberi pekerjaan.

Fungsi tes IELTS lebih digunakan untuk keperluan edukasi, bekerja, dan tinggal di luar negeri. Tes ini dapat mencerminkan kemahiran seseorang dalam penggunaan bahasa Inggris untuk belajar, bekerja, dan tinggal di lingkungan yang berbahasa Inggris.

Seperti apa tes IELTS itu?

Dalam struktur tes IELTS terdapat dua modul, academic module (modul akademik) dan general training module (modul umum). Ada pula IELTS Life Skills yang diuji secara terpisah oleh rekan dari penyelenggara tes IELTS.

Modul akademik IELTS ditujukan untuk mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan tinggi seperti universitas atau institusi pendidikan tinggi lainnya. Modul ini juga ditujukan untuk profesional seperti dokter dan perawat yang ingin bekerja di negara dengan penutur asli bahasa Inggris.

Modul umum tes IELTS ditujukan untuk mereka yang berencana untuk melakukan pelatihan non-akademik, untuk mendapatkan pengalaman bekerja, atau untuk urusan imigrasi.

Sedangkan IELTS Life Skills merupakan tes kemahiran bahasa Inggris untuk membuktikan kemampuan berbicara dan mendengarkan bahasa Inggris dalam tingkatan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Hasil tes ini juga dapat digunakan untuk pengajuan permohonan visa, perpanjangan visa, atau permohonan menjadi warga negara di United Kingdom.

Tes IELTS secara umum dibagi menjadi empat bagian: menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Pengujian kemampuan menyimak, membaca, dan menulis biasanya dilaksanakan secara bersamaan namun untuk kemampuan berbicara, bisa saja dilaksanakan di hari yang sama atau tujuh hari sebeleum atau setelah tes kemampuan lain dilaksanakan.

Berikut rinciannya,

Menyimak (listening)

Tes ini terdiri dari empat sesi dan setiap sesinya terdiri dari 10 pertanyaan. Durasi tes selama 40 menit: 30 menit untuk tes dan 10 menit untuk memindahkan jawaban ke lembar jawaban. Untuk sesi 1 dan 2 berisi tentang kegiatan sehari-hari dan situasi sosial lainnya. Untuk sesi 3 dan 4, lebih ke situasi dalam dunia pendidikan akademik.

Sesi 1 Percakapan antara dua pembicara (misalnya percakapan tentang pemesanan sesuatu)
Sesi 2 Monolog (pidato atau pembicaraan yang dilakukan oleh satu orang)
Sesi 3 Percakapan antara dua pembicara (misalnya sebuah diskusi antar pelajar)
Sesi 4 Monolog dengan subjek akademik

 

Membaca (reading)

Bagian membaca dibagi menjadi tiga sesi dan akan ada pula berbagai tipe pertanyaan seperti pilihan ganda, pertanyaan dengan jawaban singkat, mengidentifikasi informasi, mengidentifikasi sudut pandang penulis, dan sebagainya.

Konten bacaan dalam IELTS Academic biasanya berisi bacaan dari buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan atau artikel online dengan topik yang ditujukan untuk pelajar tingkat perguruan tinggi.

Untuk konten bacaan IELTS General Training, dibagi menjadi tiga sesi. Sesi 1 berisi dua atau tiga wacana singkat yang bertemakan kehidupan sehari-hari. Sesi 2 berisi dua buah wacana bertemakan dunia pekerjaan. Sesi 3 terdiri dari satu wacana panjang dengan topik umum namun lebih kompleks dari sesi 1 dan 2.

Menulis (writing)

Tes menulis IELTS terdiri dari dua buah tugas menulis. Pertama, peserta harus membuat tulisan dengan panjang minimal 150 kata dalam waktu sekitar 20 menit. Kedua, peserta akan diminta untuk membuat tulisan sepanjang minimal 250 kata dalam waktu sekitar 40 menit. Bila tulisan yang ditulis terlalu pendek atau menyimpang dari tema yang ditentukan, peserta dapat dikenakan sanksi.

Tes Menulis IELTS Akademik (Academic)

  • Tugas 1: Peserta akan diminta untuk mendeskripsikan grafik, tabel, atau diagram
  • Tugas 2: Peserta akan diminta untuk menyampaikan sudut pandang dan atau argumen secara tertulis. Peserta bisa saja diminta untuk menuliskan solusi terhadap suatu permasalahan.

Tes Menulis IELTS Umum (General Training)

  • Tugas 1: Peserta akan diminta untuk menuliskan sebuah surat balasan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya menulis surat untuk media lokal setempat.
  • Tugas 2: Peserta akan diminta untuk menulis sebuah esai dengan topik umum. Misalnya tentang masalah lingkungan.

Berbicara (Speaking)

Tes berbicara (speaking) IELTS dilakukan secara langsung (bertatap muka) dengan penguji. Tes ini dibagi menjadi tiga sesi:

  • Sesi 1 berupa perkenalan dan wawancara yang berdurasi sekitar 4-5 menit. Peserta akan diwawancarai tentang keluarga, pekerjaan, minat dan hobi, kegiatan di waktu luang, alasan mengapa mengikuti tes IELTS, dan topik umum lainnya.
  • Sesi 2 berdurasi sekitar 3-4 menit. Peserta akan diberikan sebuah kartu yang berisi topik tertentu. Peserta akan diberikan waktu sekitar satu menit untuk mempersiapkan diri. Peserta akan diminta untuk memperbincangkan topik tersebut selama dua menit dan penguji akan menanyakan satu atau dua pertanyaan.
  • Sesi 3 berdurasi sekitar 4-5 menit. Di sesi ini, peserta akan berdiskusi dengan penguji, biasanya membincangkan apa yang sudah dibahas di sesi 2.

Skor

Peserta akan menerima skor dari setiap komponen tes (menulis, menyimak, membaca, berbicara). Skor dari setiap komponen akan dirata-ratakan lalu dibulatkan sehingga menghasilkan skor yang pasti.

Berikut deskripsi skor IELTS:

9 Expert User Kemampuan bahasa operasional penuh: tepat, akurat, lancar, dan dengan pemahaman yang lengkap
8 Very Good User Memiliki kemampuan komando operasional dalam berbahasa dengan ketidaktepatan dan ketidakakuratan yang minim. Kesalahpahaman bisa terjadi dalam situasi yang kurang familiar. Dapat menangani argumentasi kompleks dengan baik.
7 Good User Memiliki kemampuan komando operasional dalam berbahasa walau kadang masih terdapat ketidakakuratan, ketidaktepatan, dan kesalahpahaman dalam beberapa situasi. Secara umum, dapat memahami bahasa kompleks dengan baik dan memahami alasan yang mendetail.
6 Competent User Secara umum, telah memiliki komando berbahasa yang efektif walau masih terdapat ketidakakuratan, ketidaktepatan, dan kesalahpahaman. Dapat menggunakan dan memahami bahasa yang rumit, terutama di situasi yang familiar.
5 Modest user Memiliki kemampuan berbahasa secara spasial, memahami arti secara keseluruhan dari suatu situasi walau masih memungkinkan untuk membuat kesalahan. Mampu menangani komunikasi dasar di bidangnya sendiri.
4 Limited User Kompetensi dasar terbatas pada situasi yang familiar. Masih memiliki masalah dalam pemahaman dan ekspresi. Tidak bisa menggunakan bahasa yang rumit.
3 Extremely Limited User Mampu menyampaikan dan memahami makna umum dari situasi yang familiar. Sering terjadi gangguan dalam berkomunikasi.
2 Intermittent User Kemampuan berkomunikasi hanya sebatas informasi paling dasar dengan menggunakan kata-kata yang terbatas atau formula kalimat yang singkat dalam situasi yang familiar dan untuk memenuhi kebutuhan mendesar. Masih memiliki kesulitan besar dalam memahami bahasa Inggris baik secara lisan mau pun tulisan.
1 Non User Pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa di luar kosakata yang dimiliki
0 Did not attempt the test Tidak ada informasi yang dapat dinilai

Bila dikonversikan ke CEFR (the Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment)—penilaian kemampuan bahasa yang berlaku di Eropa—skor TOEIC menjadi seperti berikut,

IELTS Band Score CEFR Level
9 C2
8.5 C2
8 Batas C2/C1
7.5 C1
7 C1
6.5 Batas C1/B2
6 B2
5.5 B2
5 Batas B2/B1
4.5 B1
4 B1
3.5 Batas B1/A2
3 A2
2.5 A2
2 Batas A2/A1
1.5 A1
1 A1
0.5 Tidak Mencoba Tes
0

Nah, itu dia perbedaan TOEFL, TOEIC, dan IELTS. Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Inggris, ini bisa kamu jadikan sebagai acuan tujuan belajarmu. Kamu juga bisa mencoba mengikuti simulasi TOEFL di Squline, loh. Silakan kunjungi tautan ini untuk mencobanya. Selamat belajar!

Leave A Comment